Bakpia Fadhila, Bakpia yang Tak Lekang Oleh Waktu

Bakpia Fadhila

Bakpia Fadhila, usaha bakpia kampung yang memiliki cita rasa khas Jogja. Jika mendengar pertanyaan tentang oleh-oleh khas Jogja pasti jawabannya adalah bakpia. Bakpia sangat identik dengan buah tangan ketika berkunjung ke Jogja. Banyak usaha bakpia yang kita bisa temui di Jogja. Salah satunya adalah Bakpia Fadila. Bakpia Fadhila didirikan oleh Joni Purwontoro yang berlokasi di Jalan Purwodiningratan, NG 1 No. 776, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yoyakarta, 55261. Tokonya berada di pusat bakpia pathuk, tepatnya berada di belakang Bakpia Pathuk 75.

Home industry bakpia ini sudah berdiri sejak tahun 2000an dan berkembang hingga sekarang. Motif didirikannya usaha bakpia ini adalah banyaknya industri bakpia pathuk disekitar rumah yang merupakan sentral dari pusat pembuatan bakpia. Pak Joni memiliki inisiatif untuk memanfaatkan lahan halaman rumahnya untuk dibangun toko dan membuka usaha Bakpia.

Awal mula memulai usaha bakpia, Pak Joni mengikuti kursus untuk membuat bakpia selama kurang lebih 1- 2 minggu. Ilmu yang didapatkannya tersebut dikembangkan dan menghasilkan resep Bakpia Fadhila. Usaha Bakpia Fadhila merupakan bisnis keluarga yang melibatkan semua anggota keluarganya. Mulai dari proses produksi, promosi, pemasaran, pengawasan, hingga pada pelayanan konsumen.

Kendala yang dihadapi Pak Joni ketika membuka usaha Bakpia Fadila adalah posisi usaha yang berada di dalam kampung dan belum memiliki konsumen. Dalam proses penjualan Bakpia Fadila, Pak Joni menggratiskan dan membagikan bakpia kepada teman-temannya. Membagikan bakpia secara cuma-cuma dilakukan Pak Joni selama tiga bulan. Hal itu sebagai wujud branding Bakpia Fadila. Ketika lidah teman-teman dan tetangga sekitar sudah mengenal enaknya Bakpia Fadila, pesanan akan terus berdatangan.

Berada di kampung juga menjadi kendala Bakpia Fadila. Untuk memperkenalkan adanya perkampungan pembuat bakpia, ada inisiatif perkumpulan pengusaha bakpia untuk membuat acara gunungan bakpia. Selain untuk memperkenalkan kampung bakpia kepada masyarakat, hal itu juga sebagai wujud melestarikan budaya.

Saat ini, penjualan Bakpia Fadila sudah merambah pasar online. Melalui media sosial instagram dan facebook Pak Joni mempromosikan Bakpia Fadila. Untuk pengambilan foto produk Bakpia Fadila juga dilakukan langsung oleh Pak Joni menggunakan kamera. Bagi Pak Joni, foto merupakan hal yang penting dalam bisnis online. Konsumen akan tertarik dengan produk yang kita jual dengan foto yang kita tampilkan.

Proses pembuatan Bakpia Fadila tidak terlalu rumit. Varian kacang ijo menjadi favorit bagi konsumen Bakpia Fadila. Pembuatannya dimulai dengan mencuci kacang ijo kemudian merendamnya selama kurang lebih dua jam. Kemudian setelah direndam, kacang ijo dicuci lagi. Selanjutnya, kacang ijo dikukus dan siap dimasukkan ke dalam penggilingan. Proses penggilingan dicampur dengan minyak kelapa, gula, dan garam. Adonan digiling hingga kalis. Pembuatan adonan isian kacang ijo selesai.

Proses selanjutnya adalah membuat adonan kulit bakpia. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kulit bakpia adalah tepung terigu, gula, garam, air, dan minyak kelapa. Semua bahan-bahan dicampur jadi satu dan diuleni. Ketika telah menjadi adonan yang sudah diuleni, kulit dibuat bulat-bulat dan diisi isian kacang ijo. Proses terakhir adalah menyusun adonan bakpia yang sudah jadi ke loyang dan dimasukkan ke dalam oven. Proses oven dilakukan selama 20 hingga 30 menit.

Menjual bakpia di kota Jogja menurut Joni Purwontoro lebih mudah dibanding dengan menjual makanan lainnya. Karena bakpia identik dengan oleh-oleh khas Jogja. Nilai jual oleh-oleh khas Jogja lebih menggoda daripada makanan lainnya. Maka dari itu, industri bakpia akan selalu dibutuhkan di Jogja.

Bagi Joni Purwontoro untuk melestarikan dan mengembangkan industri bakpia adalah “Pertahankan originalitas rasa, maka bakpia akan tetap terus bertahan.”

Simak kisah selengkapnya di video berikut ya..