Bakso Telkom Utomo, Kini Menjadi Primadona Bakso di Jogja

  • by
Bakso Telkom

Bakso merupakan salah satu makanan yang banyak di minati banyak masyarakat dari berbagai kalangan,  mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Tak heran, bahwa sekarang ini  usaha bakso kian menjamur. Seiring dengan berkembangnya zaman banyak sekali bermunculan inovasi baru dari olahan bakso. Salah satu bakso yang terkenal di Jogja adalah Bakso Telkom Utomo.

Bapak Priyatno Utomo merupakan Founder Bakso Telkom yang berasal dari Wonosari, Gunung Kidul. Beliau berlatar belakang pendidikan SD dan sempat melanjutkan tingkat SMP, namun putus di tengah jalan dikarenakan masalah ekonomi. Karena tidak bisa melanjutkan pendidikannya, Pak Priyatno mulai bercocok tanam dengan menanam pohon bambu dengan harapan bisa dijual suatu saat nanti. Tetapi kala itu didesa Wonosari banyak hama tikus yang menyebabkan tanaman beliau habis di makan tikus. Lalu bapak priyatno memutuskan untuk merantau ke Kota Jogja untuk mencari uang.

Pak Priyatno bekerja sebagai karyawan di warung bakso Pak Sinto selama 18 tahun, mulai dari tahun  1964 sampai pada tahun 1965. Disana beliau  diberi pengetahuan mengenai usaha bakso, mulai dari bahan pembuatan, komposisi, proses memasak, hingga pemasarannya. Melihat kinerja Pak Priyatno yang ulet dan tekun Pak Sinto menuyuruh beliau untuk membuat warung bakso sendiri. Akan tetapi, Pak Priyatno ikut bekerja dengan orang yang berjualan keliling dengan pikulan, karena saat itu belum mempunyai gerobak. Setiap hari beliau berjualan di daerah lempuyangan karena sudah banyak pelanggan di sana. Di daerah lempuyangan, Pak Priyatno mendapat julukan ”Pak gundul” dikarenakan rambutnya yang gundul. Alasan beliau memotong rambutnya hingga habis, agar rambutnya tidak masuk ke dalam kuah bakso dan  tetap higienis.

Karena penggemarnya semakin banyak maka beliau memutuskan untuk menetap dan membuka warung sederhana di depan kantor Telkom Jogja . Ditahun 1986 warung ini pindah di depan kantor BKKBN Provinsi DIY (Kantor Walikota Yogyakarta). Selang beberapa lama, kemudian pindah lagi di Jalan Timoho. Meskipun pindah lokasi, masyarakat tetap mengenalnya dengan sebutan Bakso Telkom.

Untuk kemajuan usahanya, Pak Priyatno juga menerima saran dan masukan dari konsumen. Istri pak Priyatno sangat salut dengan kerja keras, ketekunan dan juga semangatnya. Beliau merupakan sosok yang tidak kenal lelah, tidak pernah berkeluh kesah dan juga tetap semangat walaupun jatuh beberapa kali, tetapi beliau tetap bangkit. Usaha bakso ini benar-benar di mulai dari nol.

Dibalik kesuksesan Bapak Priyatno, banyak orang yang mensupport salah satunya Pak Darno pemilik tanah yang digunakan untuk berjualan bakso. Pak Darno sering membeli bakso di tempat beliau, walaupun hanya membeli 2 butir tetapi beliau selalu membayarnya lebih dari satu porsi yang dimaksudkan untuk membantu tambahan modal. Pak darno selalu memberi semangat kepada Pak Priyatno untuk selalu tekun, sabar dan juga harus berhati-hati. Perkataan Pak Darno tersebut masih selalu diingat dan menjadi motivasi agar bisa lebih giat lagi.

Pak Priyatno selalu menjaga kualitasnya dengan memilih bahan-bahan yang berkualitas, tidak menggunakan pengawet , dan juga tidak menggunakan obat obatan yang lain, agar sehat untuk disantap konsumen. Selain  itu karyawan yang bekerja di Bakso Telkom harus berambut pendek, memotong kuku dan juga tidak boleh merokok sembarangan , karena merokok sudah ada tempatnya dan ada waktunya sendiri.

Bapak  Priyatno merupakan sosok yang sholeh, semangat bekerja dan tidak pernah lelah. Motivasi beliau dalam melakukan sesuatu harus tekun, yakin dengan apa yang dilakukan akan membuahkan hasil, tidak putus asa dan terus semangat. Beliau juga mempunyai pendamping dan anak-anak yang selalu mensupport usahanya. Walaupun Bapak Priyatno tidak lulus pendidikannya, tetapi anak-anaknya harus lulus sekolah. Beliau tidak berharap anaknya bekerja dikantoran tetapi harus berpendidikan. Berkat ketekunan dan kerja keras Pak Priyatno, kini Bakso Telkom sudah mempuyai cabang di Jalan Kenari dan juga Jalan Kenanga Yogyakarta.

Yuk, simak kisah selengkapnya pada video berikut ini…