Coco Charcoal Briquettes, Peluang Emas Bisnis Briket

Coco Charcoal Briquettes

Coco Charcoal Briquettes menjadi peluang emas bisnis briket di kancah internasional. Pengalaman menjadi karyawan di sebuah perusahaan bisa menjadi peluang usaha. Seperti sosok Rinaldo Asril, founder Charcoal Briquettes Company. Awalnya Ia bekerja di perusahaan arang di Korea selama 10 tahun. Dari pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Rinaldo Asril mampu membangun pabrik perusahaannya sendiri dan memproduksi arang briket berstandar Internasional. Memulai bisnis arang briket sejak September 2016, Coco Charcoal Briquettes mampu memproduksi 150 ton arang briket per bulannya.

Potensi dari usaha arang briket sangat baik. Bisa memajukan ekonomi kerakyatan, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi perusahaan ekspor. Banyak arang briket yang belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, Rinaldo Asril ingin mengubah arang briket dari zero value menjadi added value. Arang-arang ini banyak ditemukan di wilayah Jawa Tengah yang belum banyak dibudidayakan. Berbekal pengalaman Rinaldo menjadi reseller perusahaan arang di Korea, pangsa pasar ekpor sudah didapatkannya. Setelah mengumpulkan dana yang cukup, akhirnya Ia mendirikan perusahaan arang briket sendiri.

Rinaldo Asril merasa jenuh menjadi seorang karyawan selama 18 tahun. Menjadi seorang karyawan di pertambangan, perbankan, dan pengiriman makanan sudah dijalaninya hingga delapan belas tahun. Dan sekarang saatnya Rinaldo Asril untuk berdiri sendiri dengan mempunyai perusahaan sendiri. Perusahaan yang dibangunnya pun berskala internasional.

Pahit manisnya usaha juga telah dirasakan oleh Rinaldo Asril. Pada awal-awal mendirikan usaha, Rinaldo mengantarkan briket dari restoran satu ke restoran lainnya dan cafe satu ke cafe lainnya. Hingga Ia bertemu dengan buyer dari luar negeri. Buyer dari Inggris, Jerman, Korea Selatan, Jeddah dan empat Negara lainnya.

Untuk pembuatan briket arang kelapa murni menggunakan 100% bathok kelapa. Arang bathok kelapa dimasukkan ke dalam mesin crusher yang bisa mengubah arang bathok kelapa menjadi powder. Kemudian dimasukkan ke dalam mesin mixer untuk diaduk dan dicampur dengan air serta dimasukkan tepung tapioka. Setelah proses mixer, adonan bathok kelapa di blender untuk meratakan adonan. Proses blender dilakukan dua kali. Setelah adonan arang selesai, mesin selanjutnya yang digunakan adalah molding yang dihubungkan dengan mesin conveyor berjalan. Dari mesin conveyor ada mesin pemotong kemudian dipotong-potong menjadi kotak-kotak. Namun, potongan masih dalam bentuk yang lembek. Proses selanjutnya, disusun dan dimasukkan ke dalam oven room.

Bisnis briket yang dijalani Rinaldo Asril dianggap remeh oleh teman-temannya. Padahal, bisnis briket memiliki potensi yang menjanjikan karena kebutuhan akan arang briket di dunia ini banyak. Teman-temannya menganggap usaha arang briket ini bukan bisnis yang berkelas. Bagi, Rinaldo Asril malah sebaliknya. Potensial pasar arang briket ke depannya akan sangat menggiurkan di kancah dunia. Sejauh ini, Coco Charcoal Briquettes  telah melakukan ekspor ke delapan Negara di dunia.

Kegunaan arang briket ini selain untuk memasak bisa juga digunakan sebagai penghangat ruangan. Seperti Korea Selatan dan Saudi Arabia. Mereka memilih briket arang sebagai pengganti gas dan minyak karena lebih murah serta ramah lingkungan.

Rinaldo Asril sangat berambisi dengan usaha arang briket karena di perusahaan arang briket Korea dulu mampu melakukan ekspor ke Eropa sebanyak sepuluh kontainer arang briket per bulannya. Berawal dari itu, Rinaldo belajar pembuatan arang yang berstandar Eropa dan memiliki keinginan untuk mengekspor sendiri arang briket ke Eropa. Utamanya dalam membangun perusahaan, Rinaldo Asril ingin menyerap tenaga kerja dan memberdayakan SDM di sekitar perusahaan untuk bekerja. Sekarang ini, Rinaldo Asril telah memiliki lima perusahaan arang briket di Indonesia.

Berwirausaha menurut Rinaldo Asril adalah “Intinya harus punya target dan ambisi. Wirausaha adalah pilihan yang baik dan sangat dianjurkan. Karena Indonesia sangat membutuhkan wirausahawan yang baru untuk membentuk struktur Indonesia yang maju.”

Simak kisah selengkapnya di video berikut ya..