Iwak Kalen, Pesona Aneka Sajian Ikan

Iwak Kalen

Iwak Kalen, Gubuk Makan yang menyajikan anekan olahan ikan. Berawal dari hobi kulineran bisa mendatangkan peluang usaha. Seperti usaha Gubuk Makan Iwak Kalen yang dikelola oleh Pamuko Priyo Handoko dan teman-temannya. Outlet Gubuk Makan Iwak Kalen yang pertama berlokasi di Jalan Godean KM.9, Sidoagung, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekitar tahun 2011 awal, Priyo dan beberapa teman bekerja di kantor yang sama dengan hobi yang sama. Hobinya adalah kulineran. Berangkat dari kegemaran mereka peluang usaha muncul. Daerah barat Jogja belum ada yang membuka warung kuliner. Maka, Priyo dan teman-temannya memberanikan diri untuk menghidupkan kuliner di daerah barat Jogja tersebut. Akhirnya, gagasan itu diwujudkan dengan membuat business plan dan ternyata diperlukan anggaran yang banyak untuk membangun sebuah warung yang besar. Priyo dan teman-temannya akhirnya mengumpulkan uang terlebih dahulu karena gaji mereka belum cukup untuk mewujudkan warung makan impian mereka. Setelah uang terkumpul, Gubuk Makan yang pertama dibangun di Jalan Godean KM.9, Sidoagung, Sleman. Bisnis ikan bisa dikembangkan dengan mewujudkan sebuah warung aneka sajian ikan.

24 Juli 2011 atau satu minggu sebelum Ramadan adalah grand opening dari Gubuk Makan Iwak Kalen. Respon masyarakat akan pembukaan Gubuk Makan Iwak Kalen sangat luar biasa. Saat bulan Ramadan, warung dipenuhi oleh pelanggan yang akan menggelar kegiatan buka bersama. Momen grand opening Gubuk Makan sangat tepat pada saat itu, memilih bulan Ramadan sebagai awal dimulanya usaha warung makan bukan suatu kesalahan.

Dari hobi kulineran yang mereka lakukan menimbulkan pertanyaan yang menantang untuk mereka. “Kenapa sih kita tidak coba membuat masakan seperti ini?” Berawal dari pertanyaan yang menantang itu muncul keberanian mereka untuk membuat warung. Mencari supplier gampang pada saat itu, apalagi ikan wader. Bahan baku ikan wader mudah ditemui di daerah Godean. Selain semangat berwirausaha karena hobi mereka, alasan bosan menjadi karyawan semakin membulatkan tekad mereka. Dengan memiliki usaha sendiri mereka akan bisa mengatur waktu sendiri. Waktu untuk bersama keluarga, fokus dengan bisnis mereka, dan urusan lainnya.

Merintis usaha bersama bukanlah hal yang mudah. Priyo dan teman-temannya yang sudah bersama sejak bekerja bersama di kantor juga sering berselisih paham akan kemajuan usaha Gubuk Makan. Persepsi dan watak dari masing-masing orang tidak bisa dielakkan. Saling memahami adalah kunci untuk tetap bersama memajukan usaha yang ditekuninya. Dari memahami tersebut menimbulkan tidak adanya perbedaan yang kuat akan visi mereka. Ketika ada permasalahan dan beda pendapat dapat terselesaikan dengan baik. Sampai sekarang ini, tidak ada perbedaan yang berarti dari keempat perintis Gubuk Makan Iwak Kalen. Hingga akhirnya tetap bisa bersatu mengembangkan Gubuk Makan Iwak Kalen dan tidak pernah ada keinginan untuk mendirikan bisnis ikan sendiri. Anugerah ini yang selalu disyukuri Priyo dan teman-temannya.

Gubuk Makan Iwak Kalen banjir konsumen saat Ramadan, Idul Fitri, akhir tahun, dan awal tahun. Momen-momen tersebut membawa keberkahan bagi warung khususnya bagi karyawan. Selain pendapatan yang berbeda dari hari biasanya, rasa puas akan hadirnya banyak pelanggan mampu menghapus gundah gulana yang mereka rasakan di bisnis usaha kuliner. Awalnya Gubuk Makan hanya memiliki dua karyawan saja. Sekarang, Gubuk Makan Iwak Kalen telah memiliki kurang lebih 200 karyawan yang tersebar di sepuluh outlet Gubuk Makan Iwak Kalen.

Fakta menarik dari Gubuk Makan Iwak Kalen adalah, Priyo dan teman-temannya dulu tidak melakukan promosi. Namun, pelanggan datang dengan sendirinya. Priyo dan teman-temannya berpikir orang-orang yang datang ke Gubuk ini merupakan balasan dari apa yang mereka tanam. Mereka dari awal telah menyiapkan dana sosial yang disisihkan untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dari situlah, Priyo dan teman-temannya menuai apa yang mereka tanam. Sampai sekarang, menyisihkan dana sosial terus dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah ta’ala.

Poin tertinggi dari memiliki usaha Gubuk Makan Iwak Kalen bagi Pamuko Priyo Handoko adalah “Semua stakeholder bisa merasakan manfaat dari hadirnya Gubuk Makan Iwak Kalen. Semakin banyak yang mendapatkan manfaat dari warung ini, maka kami akan sangat bahagia.”

Simak kisah selengkapnya di video berikut ya..