Mie Kepang Jayakarta, Mie Millenial Yogyakarta

Mie Kepang Jayakarta

Mie Kepang Jayakarta buah dari passion yang ditekuni. Menjalankan usaha berdasarkan passion adalah kesempatan yang menyenangkan bagi pengusaha. Pasalnya usaha yang dijalaninya merupakan hal yang mereka senangi. Hal itu juga dilakukan oleh Ardi Harjanto, founder Mie Kepang Jayakarta. Mie Kepang berdiri pada tahun 2018. Salah satu outletnya berlokasi di Jl. Kusumanegara No.29, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Ia memulai bisnis Mie Kepang bersama dengan temannya. Sebelumnya Ardi bekerja menjadi chef Kapal Pesiar di Spanyol. Setelah memutuskan untuk resign pada tahun 2012, Ia mulai mencoba berwirausaha. Tahun 2012 menuju tahun 2018 diisi Ardi untuk mencoba berwirausaha yang semuanya concern di kuliner. Tetapi, Ia selalu mengalami kebangkrutan. Ardi memulai usaha berangkat dari passion. Hobi Ardi adalah memasak, ketika berwirausaha sesuai passion feelnya lebih terasa dan kalau ada kendala tidak terlalu frustasi. Usaha yang pernah dilakukan Ardi dari tahun 2012 menuju tahun 2018 adalah berjualan bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, nasi campur.

Setiap orang memiliki perbedaan dalam mencapai kesuksesan maupun survive dalam kehidupan. Bagi Ardi Harjanto, dalam berwirausaha yang utama adalah passion. Karena dengan passion seseorang akan tahan dengan kegagalan yang dialaminya. Passion mendorong seseorang itu untuk mencintai pekerjaannya. Hal itu telah dibuktikan oleh Ardi Harjanto. Ia mencintai dunia kuliner dan masak, jadi ketika gagal Ia tetap bisa bangkit lagi. Salah satu usaha yang gagal adalah nasi uduk. Kegagalan itu dikarenakan belum memiliki manajemen tim yang bagus. Dan akhirnya, Ardi Harjanto mengalami kerugian yang besar.

Ada satu hal yang membuat Ardi terus terpacu untuk sukses. Saat Ia memiliki outlet yang jauh dari rumahnya sedangkan proses produksi Ia lakukan di rumah. Ketika akan membawa nasi untuk dibawa ke outlet menggunakan motor, di tengah jalan Ardi terjerumus ke lubang dan mengakibatkan nasi tumpah ke jalanan. Proses itu yang menjadi pengingat bahwa kesuksesan itu harus diraih dengan segala perjuangan.

Awalnya, Ardi Harjanto menjalani usaha secara idealis tanpa ilmu bisnis. Ia hanya menguasai ilmu dari konteks produk dan operasional saja. Ardi belum memahami kalau menjalani bisnis harus mengetahui pasar atau market yang kita tuju. Pada saat itu, Ardi berjualan makanan Jakarta seperti nasi uduk, bubur ayam Jakarta, dan lainnya. Walaupun bisnis itu bisa berjalan tetapi pada tahun 2012 pasar atau market nasi uduk masih kecil. Belum banyak penjual nasi uduk di daerah Yogyakarta Selatan.

Alasan memilih bisnis mie kepang menjadi usaha yang dijalani Ardi Harjanto adalah pasar atau market. Pada tahun 2018, Ardi melihat pasar di dunia kuliner yang sedang berkembang adalah nasi dengan ayam seperti ayam geprek dan mie. Ardi memilih mie karena tidak dibatasi oleh waktu ketika akan mengonsumsi mie dan segala usia bisa menikmati mie. Dari mie juga bisa menerapkan zero waste. Konsep zero waste Ardi dapatkan ketika menjadi chef kapal pesiar. Kemudian Ia menerapkannya pada pengolahan mie. Mie yang baik adalah mie tanpa bahan pengawet. Berbahan natural, air hangat, dan garam. Bahan baku harus alami tanpa tambahan pengawet dan pengental. Mie yang bagus memiliki tekstur yang lentur.

Bisnis kuliner adalah bisnis kreatif. Pengusaha kuliner dituntut untuk kreatif dan mampu membaca keadaan. Seperti yang dilakukan Ardi Harjanto ketika akan memulai usaha Mie Kepang Jayakarta. Pada tahun 2018, tren warung pada saat itu adalah yang memiliki konsep instagrammable, cozy room, bisa selfie, dan bisa dibuat kumpul. Untuk mewujudkan warung yang instagrammable dibutuhkan dana yang besar pada waktu itu. Mulai dari set up bangunan, membayar jasa desain, dan set up desain. Tapi benar, ketika Ardi mampu membaca pasar, Mie Kepang Jayakarta banjir konsumen saat itu.

Tidak lama tren itu bergeser. Pada tahun 2019, makanan berbasis online yang bisa dipesan melalui aplikasi sedang jaya pada saat itu. Generasi millennial lebih menyukai memesan apapun dari rumah, kos, atau tempat kerjanya. Untuk mendapatkan pasar di aplikasi online tidak dilakukan hanya dengan membuka outlet Mie Kepang Jayakarta di Gofood atau Grabfood tetapi Ardi harus menemukan pola dan strategi yang tepat untuk mendapatkan traffic ojol yang baik. Pola tersebut berhasil ditemukan dan pada tahun 2019 seluruh outlet Mie Kepang Jayakarta dipenuhi ojol.

Keadaan berubah lagi, pada tahun 2020 Indonesia dilanda pandemi covid 19. Sebagai pengusaha harus bisa survive dan menganggap semua yang menimpa adalah challenge yang harus dilalui. Pesan Ardi Harjanto untuk calon-calon pengusaha adalah “Kita harus memiliki kesabaran, karena usaha itu memerlukan kesabaran dan kekuatan. Mindset kita harus kita tata bahwa kita akan sukses.”

Simak kisah selengkapnya di video berikut ya..