Mie Lethek Garuda, Kuliner Khas dari Bantul

  • by
Mie Lethek Garuda

Siapa sih yang nggak kenal mie lethek yang satu ini? Mie Lethek Garuda merupakan salah satu makanan khas Bantul. Tekstur yang kenyal menjadikan mie lethek memiliki konsumen tersendiri. Satu hal yang unik dari mie lethek garuda ini, proses penggilingan bahan baku utama berupa gaplek (olahan singkong) dan tepung tapioka menggunakan tenaga seekor sapi jantan. Owner dari Mie Lethek Garuda yaitu Bapak Yasir Ferry Ismatrada yang beralamat di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.

Sebenarnya bahasa yang benar dari mie lethek yaitu  mie singkong. Orang-orang menyebutnya dengan mie lethek karena tampilan mienya yang dekil tanpa bahan pemutih. Jadi warna nya agak kemerahan atau kecoklatan. Mie singkong ini diproduksi dengan 100% bahan baku dari ubi kayu, tepung tapioka dengan tepung gaplek yang kemudian dicampur.

Awal Mula Berdirinya Usaha Mie Lethek Garuda

Mie lethek asal Bantul ini yang mendirikan kakek Bapak Yasir yang bernama Haji Umar Disirnahdi asal dari Negeri Yaman .Pada tahun 1940 beliau datang ketika masih Mataram dan mendirikan usaha mie lethek. Tujuan mendirikan usaha ini untuk syiar agama Islam. Karena dimasa itu orang-orang tidak membutuhkan uang tetapi membutuhkan pangan, dan pada waktu itu transakasi masih menggunakan sistem barter. Pada tahun 1940an mie ini diproduksi dengan campuran beras.  Namun pada tahun 1960-an beras sudah mahal, lalu diganti menggunakan jagung. Pada tahun 1965 jagung di jadikan sebagai makanan pokok karena kesulitan beras, lalu diganti lagi menggunakan onggok atau gabul. Onggok merupakan ampas tapioka. Sedangkan pada tahun 1970an onggok menjadi prioritas makanaan ternak, lalu baru pindah ke gaplek.

Sistem Ketenagakerjaan di Mie Lethek Garuda

Sistem ketenagakerjaan dari zaman dahulu sampai sekarang tidak berubah, masih mempekerjakan orang sekitar dan  mengutamakan orang sekitar karena sampai sekarang perusahaan berasas dasar sosial. Maka jadwal bekerja pun tergantung dari pekerjanya sendiri. Kalau tenaga kerja minta libur lalu diliburkan. Jadi kalau libur atau tidaknya tergantung tenaga kerja. Tenaga kerja di mie lethek garuda berbeda dengan perusahaan lain. Kalau diperusahaan lain terikat tergantung dalam membayarnya.

Proses pembuatan Mie Lethek Garuda

Cara membuat mie lethek ini sangat sederhana, yaitu tepung gaplek direndam selama 2-3 hari untuk menghilangkan getahnya. Setelah itu, ditiriskan selama satu malam. Pagi harinya dimasukkan ke dalam silinder lalu dicampur dengan tepung tapioka kering dan ditambahkan air. Setelah itu dibentuk menjadi kotak-kotak lalu dikukus. Sesudah masak lalu dikembalikan ke silinder karena yang masak hanya luarnya sedangkan dalamnya belum masak. Begitu dicampur lihat kadar airnya kalau terlalu tinggi ditambah tapioka kering jika sudah benar-benar campur semua, dimasukkan mesin press untuk dibentuk menjadi mie. Setelah berbentuk mie lalu dikukus dan jika sudah matang didinginkan selama satu malam. Kemudian pagi harinya direndam diember, dicuci, dan diuraikan bentuk kotak-kotak lalu dijemur dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Jika sudah kering semua siap untuk dipacking.

Tips Kesuksesan Usaha Mie Lethek Garuda

Dibalik kesuksesannya, Bapak Yasir selalu mempertahankan kualitas dan kuantitas dari mie lethek garuda,  selain itu juga mempertahankan hubungan silaturahmi dengan konsumen. Karena bekerja bukan semata-mata untuk mencari keuntungan tetapi tujuan perusahaan didirikan  kalau zaman dahulu untuk syiar dan kalau sekarang untuk mempererat persaudaraan. Hubungan persaudaraan yang membuat stabil perusahaan ini dan tetap berjalan dengan baik.

Bapak Yasir mengatakan kalau dilihat untuk habis masanya sangat kecil, karena menjadi makanan yang sekarang ini masih tahap merangkak menuju makanan sehat, belum terwujud 100%. Jadi mereka masih berinovasi, mencari bagaimana makanan yang sehat, tanpa bahan pengawet. Bahkan sekarang yang disebut kota-kota besar kalau makanan organik harganya diatas yang lain. Kalau ini nanti harga sudah stabil, semua sudah organik dan harga organik akan sama dengan yang bukan organik. Tetapi entah kapan akan tercapai hal  itu. Mie ini tetap akan berjalan selama negara ini belum bisa 100% organik.

Yuk, simak kisah selengkapnya pada video berikut ini…