Mie Lethek Mbah Mendes, Buruk Rupa Namun Kaya Rasa

  • by
mie lethek mbah mendes

Salah satu warung yang cukup legendaris untuk urusan mie lethek adalah Mie Lethek Mbah Mendes. Cikal bakal warung ini ada di sebuah desa di Kabupaten Bantul, tepatnya di Sorobayan, Gadingsari, Srandakan, Bantul. Hanung Sudibyono merupakan  owner dari mie lethek mbah mendes asli Bantul. Mie lethek ini diangkat dari Bantul ke Jogja dari tahun 2014. Karena motivasi dari kegelisahan Bapak Hanung bahwa beliau harus menyajikan makanan lokal yang sehat. Oleh karena itu setelah melakukan survei diberbagai makanan akhirnya memilih mie lethek mbah mendes. Awal mulanya warung makan ini tidak laku karena orang-orang belum tau apa itu mie lethek. Apalagi  namanya saja lethek, namun berkat ketekunan, ketelatenan, dan kesabaran tentu juga dengan promosi yang didapat dan bisa dilakukan melalui media sosial, akhirnya pada bulan ke-7 mie ini banyak dikenal orang. Salah satunya banyak stasiun televisi yang datang dan itu merupakan promosi gratis bagi Bapak Hanung dan  merupakan hoki tersendiri dimana mereka juga mengapresisasi karena mempunyai keunikan, dengan warnanya yang kusam, di masak tanpa msg dan rasanya tetap enak.

Awal Mula Mendirikan Usaha Mie Lethek

Bapak Hanung awalnya memang mempunyai keinginan untuk membuka usaha sendiri, kalau kerja dengan orang istilahnya membuat kaya bos sedangkan beliau ingin menjadi bos. Karena sudah mempunyai keluarga untuk pindah ke usaha sendiri, kaki beliau yang satu harus melangkah ke usaha baru sedangkan kaki yang satu masih diusaha meubel. Begitu penghasilan kira kira seimbang kaki yang satu dilepas, fokus dengan satu kaki yang ada dimie lethek, akhirnya beliau fokus menekuni usaha mie lethek. Karena Bapak Hanung berusaha dengan sungguh-sungguh, sampai sekarang mie lethek tetap eksis, penghasilan beliau melebihi waktu bekerja dimeubel. Sebelum mengambil langkah menekuni bisnis mie lethek ada pergumbelan batin berani atau tidak.  Karena beliau sudah mempunyai keluarga dan takut kalau tiba-tiba bangkut bagaimana dengan keluarganya.

Proses Memasak Mie Lethek

Pada waktu eyang Bapak Hanung berjualan bakmi dari tahun 1960-an dicampur dengan mie sohun , kemudian dengan menu yang bernama prencing dicampur dengan growol dari ketela tetapi seperti gethuk. Pada saat dilanjutkan oleh bulek Bapak Hanung dicampur dengan mie kuning. Karena beliau ingin sesuatu yang unik benar-benar murni mie lethek, kemudian campuran-campuran itu dihilangkan hanya menggunakan mie lethek. Karena mie lethek merupakan mie yang terbuat dari ketela, benar-benar produksi lokal. Jaman dahulu yang  mengkonsumsi mie lethek hanya orang-orang bantul bagian selatan yang miskin tidak kuat untuk membeli mie instan. Pada waktu itu mie lethek ini identitik dengan kemiskinan.

Tahun 2014 Bapak Hanung mulai mengemas mie lethek supaya orang-orang kelas menengah mau untuk menyantap, dan akhirnya beliau menampilkan sesuatu yang berbeda. Yang ditampilkan adalah menu sehatnya. Mie lethek adalah mie yang mempunyai karbohidrat rendah dan sudah teruji. Benar-benar karbohidratnya rendah dan ini yang ditonjolkan, cocok sekali untuk orang yang mempunyai penyakit diabetes, untuk diet, dan anak-anak autis.

Pengalaman Menarik Selama Membuka Usaha Mie Lethek

Bapak Hanung mengatakan moment yang menarik adalah 7 bulan pertama tidak laku berjualan. Bayangkan dengan 7 orang karyawan dengan bayaran ump pada waktu itu, tabungan beliau hampir habis selama 7 bulan tidak laku. Perharinya laku satu porsi saja sudah bersyukur, ada satu mobil yang datang langsung difoto dan diposting ke media sosial. Lalu pada bulan ke-7, ada anak yang datang untuk menyuting mie lethek ini. Akhirnya warung mie lethek ini diputar di stasiun tv lokal. Pada saat liburan mereka langsung datang dan dari situ mie lethek ini langsung viral.

Usaha Mie Lethek Pada Saat Pandemi Covid-19

Pandemi  pada bulan Februari pemasukan usaha mie lethek ini benar benar nol, akhirnya mie lethek ini tutup selama 3  bulan. Pada akhir april pelanggan mie lethek mbah mendes yang dari Jakarta, Bekasi,dan Tangerang menelpon Bapak Hanung. Bagaimana caranya  mie lethek ini bisa dikirim ke Jakarta. Akhirnya Bapak Hanung belajar, membaca literature dan  menemukan suatu formula bahwa bakmi itu harus divakum. Setelah divakum baru di frozen, di uji coba baik itu satu hari, satu minggu sampai satu bulan ternyata masih bertahan tastenya tidak berubah baru dipublish dan dikirim ke mana-mana dalam bentuk mie lethek vakum frozen. Sampai saat ini sudah dikirim dan bekerja sama  dengan om rudi yang mempunyai mesin vakum yang besar. Setelah di vakum kemudian  di frozen dan dikirim ke Jakarta, Tangerang, Bekasi, Denpasar dan hampir seluruh Indonesia.

Kedepannya Bapak Hanung ingin mie lethek ini dikemas dalam bentuk mie instan jadi orang-orang bisa memasak sendiri di rumah masing-masing. Disiapkan mie lethek dengan bumbunya dan beberapa instruksi cara memasaknya.

Tips Sukses Dalam Berbisnis

Jika ingin membuka usaha sendiri yang pertama dalam kuliner mencari hal yang unik dan berbeda. Begitu kita ketemu dengan satu produk yang berbeda fokus dengan berbagai cara. Sekarang ini era media sosial mau tidak mau harus mengikuti eranya. Bapak Hanung selalu belajar dari anak muda yang datang ke tempat beliau, bagaimana cara mengelola Instagram dan bagaimana cara melakukan booster dengan iklan berbayar maupun iklan organik yang tidak berbayar. Beliau juga belajar bagaimana harus posting konten-konten yang memakai story telling yang bagus. Walaupun Bapak Hanung sudah tua tetapi beliau tidak segan –segan belajar dari mereka.

Yuk, simak kisah selengkapnya pada video berikut ini..