Milky Ice Cream, Harga Murah Rasa Mewah

Milky Ice Cream

Milky Ice Cream, Ice Cream harga murah dengan rasa yang mewah.Usaha Es Krim rumahan makin asyik dengan peluang, keuntungan, dan cara memulai yang menggiurkan. Peluang itu dimanfaatkan oleh Laeli Nurhayati, owner Milky Ice Cream. Berawal dari reseller, wanita yang akrab disapa Ibu Leli mulai tergiur untuk memproduksi es krim sendiri dengan rayuan dari temannya. Sebelum usaha es krim, Ibu Leli tinggal di Palembang dan memiliki warung kurang lebih enam tahun yang lalu.

Laeli Nurhayati tertarik untuk belajar memproduksi es krim dari temannya dan membuat brand sendiri. Tercetuslah nama Milky Ice Cream. Bermula dari temannya yang memperkenalkan peluang usaha es krim, Ibu Leli tertarik untuk mencoba usaha es krim tanpa melalui riset dulu. Berawal dari coba-coba kemudian Ia menekuni usaha Milky Ice Cream. Awalnya hanya menjadi reseller es krim, tetapi lambat laun prospek usaha es krim kok bagus. Akhirnya, Laeli Nurhayati berani untuk memproduksi es krim sendiri.

Produk es krim awalnya berbentuk cup kecil yang diberi harga 2000. Pasar yang dituju Milky Ice Cream saat itu adalah anak-anak kecil yang masih sekolah. Sistem jual es krim dengan metode titip jual di sekolah-sekolah dan mencari mitra dengan sistem meminjamkan freezer. Awal-awal menjalani usaha es krim, Ibu Leli mengelolanya sendiri. Dari persiapan bahan, proses produksi, dan distribusi dilakukannya sendiri. Karena pesanan es krim semakin banyak, Ibu Leli kewalahan dan mencari karyawan untuk membantu proses distribusi. Sekarang, Ia juga memiliki karyawan untuk membantu proses produksi.

Laeli Nurhayati juga mengalami pahit manisnya usaha. Ia melobby sendiri sekolah-sekolah untuk titip jual. Penolakan pun sering diterimanya waktu awal-awal memasarkan Milky Ice Cream. Tapi, produknya juga diterima oleh pasar karena harganya yang murah dengan rasa yang enak.

Lima tahun bergelut di dunia es krim membuat Laeli Nurhayati semakin paham dengan es krim. Ibu Leli paham tentang es krim, mulai dari berapa lama es krim akan mencair, pengiriman yang pas untuk sampai ke konsumen kapan, dan menemukan pendingin portable. Menekuni usaha es krim membuat Laeli Nurhayati belajar dari nol tentang es krim. Dari musim yang ramai es krim hingga musim hujan yang sepi peminat es krim.

Proses menemukan pendingin portable berawal dari pertanyaan Ibu Leli tentang jarak pengiriman es krim yang tidak bisa jauh. Ia berpikir bagaimana cara untuk bisa mengirim es krim jarak jauh. Akhirnya, Ia membuat box sterofoam dengan pendingin portable. Hasilnya, penemuan itu bisa digunakan dengan baik dan membantu proses distribusi sehingga lebih menghemat.

Es krim yang enak itu memiliki tekstur lembut dan manis yang pas. Bukan es krim yang seperti es batu. Keunggulan Milky Ice Cream terletak pada kelembutan es krim dan rasa manis yang pas. Testimoni dari anak-anak sekolah setelah makan Milky Ice Cream tidak membuat mereka batuk. Keunggulan itu yang membuat Laeli Nurhayati lebih pede dengan produk es krimnya.

Produksi Milky Ice Cream setiap harinya sekitar 3000 hingga 5000 cup. Tetapi, selama masa pandemi proses produksi mengalami penurunan. Dari masalah tersebut Laeli Nurhayati mulai berpikir untuk mengembangkan produk lain selain es krim. Muncul lah ide untuk berjualan cireng, tek wan, dan empek empek. Makanan-makanan tersebut di beku kan menjadi frozen food.

Bagi Laeli Nurhayati, menjalani usaha itu harus tekun dan jangan mudah bosan. Sepi maupun ramai tetap ditekuni dan selalu berinovasi untuk mengembangkan produk. Tips dari Laeli Nurhayati untuk calon-calon pengusaha adalah “Ada ide langsung dilakukan, tetap tekun di satu bidang, dijalani dan tetap konsisten nanti akan menentukan titik kesuksesan tersendiri.”

Simak kisahnya di video berikut ya..