Phia Deva, Untung Melimpah dari Usaha Oleh-Oleh

Phia Deva

Phia Deva menjadi salah satu home industry yang bergerak di bidang oleh-oleh. Usaha rumahan tidak bisa dianggap sepele. Peluang usaha dengan modal kecil yang bisa dikelola sendiri atau bersama dengan keluarga bisa dijalankan cukup dari rumah. Selain menambah pendapatan bagi diri sendiri, usaha rumahan juga bisa memanfaatkan sumber daya masyarakat sekitar. Seperti usaha yang dilakukan oleh Anifah Mei Khati, founder Phia Deva Oleh-Oleh khas Sleman. Lokasi Phia Deva berada di Plosokuning V RT 21 RW 9, Minomartani, Ngaglik, Sleman. Phia Deva didirikan secara resmi pada tanggal 18 Mei 2003 dan telah di uji Lab Balai Besar Kimia Jakarta, dimana Phia Deva dapat tahan hingga waktu 1 tahun.

Awal berdirinya, Ibu Mei ingin membuka orderan untuk tart dan roti kering. Lalu Ia ingin mengembangkan usahanya agar bisa berproduksi tiap saat dan tidak bergantung pada orderan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk bisnis bakpia. Berdirilah Phia Deva, yang namanya diambil dari singkatan nama anaknya Deni dan Eva, Pia yang satu ini mempunyai lapisan kulit yang renyah sekali.

Usaha Phia Deva tidak langsung mendapat respon yang bagus dari pelanggan. Namun, proses belajar selalu dilakukan oleh Ibu Mei untuk meningkatkan mutu dan kualitas Phia Deva. Kritikan dan masukan dari pelanggan diterima dengan baik oleh Ibu Mei untuk meningkatkan kualitas dari segi rasa, kemasan, dan pelayanan.

Olahan khas dari Phia Deva adalah Pia. Phia berbeda dengan bakpia. Alasan memilih Phia adalah masih jarangnya toko oleh-oleh yang menjual Phia. Selain itu, Ibu Mei belum bisa membuat bakpia pada saat itu. Pia yang diproduksi Ibu Mei berbentuk kotak. Hal ini menjadi ciri khas tertentu dari Phia Deva. Pia ini dibuat dengan tanpa tambahan bahan pengawet dan sudah diuji dilaboratorium. Hal ini bisa dipertanggungjawabkan dengan terteranya kode Depkes dan MUI.

Melihat banyak Ibu-Ibu yang menganggur di Desa membuat Ibu Mei lebih semangat dalam mendirikan usaha rumahan ini. Selain sebagai tambahan pendapatan bagi dirinya, Ia bisa membuat lapangan pekerjaan untuk Ibu-Ibu sekitar. Cara penjualan Ibu Mei bisa langsung datang ke toko, titip jual, delivery order, agen, marketplace shoppe dan tokopedia. Usaha pia Ibu Mei juga mendapat modal dari Dinas Perindustrian Sleman sampai sekarang.

Temukan masalah yang ada pada usaha yang ditekuni, kemudian carilah solusinya. Seperti yang dilakukan oleh Ibu Mei, masalah yang ada pada phia adalah ketika produksi ada beberapa phia yang remuk. Ibu Mei kemudian mencari solusi atas masalah yang dihadapinya dengan melakukan manajemen saat produksi.

Pada tahun 2005-2006, Ibu Mei diminta untuk memberikan pelatihan dari satu desa ke desa lainnya. Pelatihan tersebut mengenai mengolah tepung benguk dan tepung tela menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Konsep berbagi selalu diterapkan oleh Ibu Mei, dari segi materi dan ilmu. Selain mengisi pelatihan, berbagi ilmu awalnya juga diterapkan pada karyawan. Para karyawan bisa memproduksi makanan sendiri di rumah mereka. Kewirausahaan yang ada di Phia Deva bisa diterapkan oleh karyawan juga. Mereka juga diberi kesempatan oleh Ibu Mei untuk memiliki bisnis sendiri di rumah. Mereka bisa bisnis bakpia atau bisnis yang lainnya.

Mulailah usaha dengan kemampuan diri dan jangan bergantung pada modal. Tips untuk usaha nomor satu adalah niat, lalu ilmu, yang terakhir adalah modal. Modal bisa didapatkan setelah kita menjalani usaha. Istiqomah harus diterapkan dalam merintis awal-awal usaha.

Pesan Anifah Mei Khati kepada calon-calon pengusaha adalah “Dalam berusaha harus semangat, perbanyak relasi, berikhtiar, jangan lupa berbagi, dan selalu berdoa.”

Simak kisah selengkapnya di video berikut ya..