Sambal Ji-Pong, Mengulek Untung Bisnis Sambal Kemasan

  • by
sambal Ji-Pong

Bener nggak sih kalau makan nggak pake sambal itu ada yang kurang? Nah, Sambal Ji-Pong dari Jogja ini bisa menjadi pilihan utama. Seperti janjinya, Sambal Ji-Pong yang dibuat dari bahan-bahan lokal pilihan, tanpa bahan tambahan pangan, sehingga aman dikonsumsi dan halal. Stanley Budiyanto Tandi merupakan owner sambal Ji-Pong yang beralamat di  Panggungan Lor, Mayaan, Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kota Yogyakarta.

Awal Mula Merintis Bisnis Sambal Ji-Pong

Pada awal mulanya tahun 2004 Bapak Stanley memproduksi ayam dan bebek karena peminatnya terhadap sambal itu sangat besar, jadi beliau mengakomodir dari permintaan pasar dan akhirnya membuat sambal secara tersendiri. Dikemas lalu dijual secara tersendiri, peminatnya sampai sekarang  sangat banyak dan akhirnya menjadi produk utama dan andalan. Bisnis ayam, bebek, dan sambal kecap ini sudah generasi kedua dari orang tua istri Bapak Stanley, lalu diteruskan oleh beliau dan mulai membuat packaging. Awalnya untuk mengetes rasa dari masakan harus dicicipi terlebih dahulu oleh orang tuanya. Namun dari waktu ke waktu sudah terbiasa dan  sudah tidak perlu lagi dites rasa oleh orang tuanya.

Bapak Stanley boleh dikatakan bekerja selama 24 jam. Bahkan pada waktu gunung merapi meletus dan terjadi hujan abu, beliau masih mengantar pesanan menggunakan motor. Beliau merupakan sosok yang pekerja keras , setiap pagi selalu berbelanja di Terban, lalu pulang  ke rumah subuh kemudian mulai mengolah sambal, setelah itu melanjutkan berjualan di Langgeng Sari, sampai jam 6 baru pindah ke Jalan Solo. Di Jalan Solo beliau berjualan sampai subuh, di saat orang-orang mau buka toko Bapak Stanley baru pulang dan langsung mampir ke Terban untuk berbelanja bahan-bahan yang diperlukan. Beliau mempunyai waktu istirahat hanya sekian jam saja,  sehabis mengolah sambal lalu melanjutkan untuk berjualan lagi karena mengejar waktu makan siang dan makan malam. Sampai kalau waktu bulan puasa banyak orang yang membeli untuk makan sahur, yang mengharuskan beliau tidak pulang dan bermalam di sana.

Proses Pembuatan Sambal Ji-Pong

Yang pertama dengan memetik tangkai cabai dan mencuci bersih

Kemudian mengupas bawang lalu diblender

Setelah itu menyiapkan kecap, terasi kemudian ditambah dengan bumbu kaldu jamur

Kemudian dimasak dan diaduk sampai 2 jam nonstop. Setelah berubah warnanya dan airnya menguap, lalu didinginkan kurang lebih selama 1 malam

Lalu botolnya disterilisasi memakai uap panas karena kalau dicuci tidak akan selesai dalam satu hari keringnya

Setelah sambalnya kering lalu dimasukkan ke dalam botol dan ditimbang memakai timbangan yang akurat dan dikemas menggunakan mesin sealer.

Kehalalan Produk

Menurut Bapak Starlay halal itu merupakan hal yang penting karena kita hidup di negara muslim, mayoritas yang ada di negara Indonesia muslim, konsumen nya rata-rata muslim apalagi dikemasan mencantumkan label, tulisan, keterangan, dan merk dalam bahasa arab jadi pangsa pasarnya ke Timur Tengah, Arab Saudi, dan negara-negara Arab. Jadi beliau membuat dengan 3 bahasa.

Keunggulan Produk Sambal Ji-Pong

Untuk keunggulannya yang pertama tidak menggunakan micin, msg dan bahan pengawet kecuali sambal kecap dan sambal terasi, karena terasinya tidak tahu apakah menggunakan micin ataupun pengawet begitu juga dengan kecapnya.  Kalau sambal Ji-Pong ini hanya memakai kaldu jamur dan semuanya memakai bahan alami tidak ada campuran sedikitpun kecuali bahan tambahan seperti kecap dan terasi yang tidak tahu asal usulnya. Bapak Starlay mengatakan bahwa beliau hanya berusaha berinovasi dan berusaha untuk memperkenalkan produk-produknya, mengangkat produk-produk lokal ke dunia Internasional. Beliau mempelopori makan hidup sehat  dan juga mempelopori pola hidup sehat. Karena konsumen yang makan produk sambel Ji-Pong ini juga ikut sehat jadi hal tersebut yang dapat menginovasi. Kini berkat kerja kerasnya bisnis sambal Ji-Pong semakin banyak peminatnya.

Yuk, simak kisah selengkapnya pada video berikut ini..