Categories
Artikel

Ingin Usaha Ternak Lele dengan Keuntungan Maksimal ? Inilah Tipsnya

Usaha ternak belakangan mengalami peningkatan cukup signifikan, banyak orang mulai menjalani usaha ini sebagai pekerjaan tetap. Dapat dikatakan usaha ternak lele ini merupakan sebuah usaha yang sampai sekarang tetap memiliki peluang yang cerah. Itu karena permintaan akan ikan lele selau ada bahkan mengalami peningkatan.

Permintaan untuk ikan lele bisa dari rumahan sampai industri kuliner. Industri kuliner merupakan konsumen terbanyak dari usaha ternak lele. Seperti kita ketahui banyak usaha kuliner menyediakan menu lele sebagai menu utamanya.

Semua hal itu menjadikan alasan mengapa usaha ternak lele patut dicoba bagi anda yang punya modal tapi masih bingung akan memulai usaha apa. Menjalani bisnis ini adalah peluang bisnis menguntungkan yang dapat anda manfaatkan.

Ikan lele juga merupakan jenis ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat. Menjalani ternak lele bisa dibilang mudah dilakukan, benih ikan yang mudah didapatkan sampai proses perawatan yang lebih mudah dibandingkan jenis ikan lain.

Bagi anda yang ingin memulai usaha ternak lele ini sangat mudah. kebutuhan modal yang dibilang kecil dan perwatan yang mudah. Namun walaupun begitu, tetap dalam usaha ternak harus dilakukan dengan serius dan pengetahuan tentang usaha ini, agar usaha ini bisa berjalan sukses.

Nah, berikut kami berikan beberapa tips dalam menjalani usaha ternak lele :

Tips Usaha Ternak Lele dengan Keuntungan Maksimal

usaha ternak lele

Agar usaha ternak ikan lele yang anda mulai bisa bejalan dengan sukses maka anda harus memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang bisnis ini. Berikut adalah tips usaha ternak ikan lele yang akan membantu anda menjalani bisnis ini.

1. Pembuatan Kolam

Usaha ternak lele bisanya mengunakan menggunakan beberapa jenis kolam. Jenis kolam yang bisa digunakan seperti tanah, terpal, maupun semen. Langkah pertama anda harus memilih jenis kolam yang baik untuk perawatan lele.

Perhatikanlah keunggulan dari masing-masing jenis kolam. Pilihlah dengan melakukan perbandingan kondisi lingkungan sekitar, biaya, dan perawatan yang memadai.

Berikut kami berikan informasi jenis-jenis kolam ternak lele yang bisa anda jadikan referensi dalam memulai usaha ini :

1. Kolam Terpal

Penggunaan kolam terpal ini digunakan untuk lahan yang tidak terlalu luas ataupun sempit. Dilakukan dengan melapisi bagian dasar dan dindingnya dengan terpal.

Kolam terpal juga dapat digunakan sebagai alternatif ternak lele dengan biaya yang minimum. Kolam bisa dibentuk bulat atau persegi sesuai dengan bentuk kerangka atau bidang dasar kolom menggunakan kayu, bambu, atau besi.

usaha ternak lele

Dalam memilih terpal yang digunakan harus dilakukan dengan cermat. Pilihlah jenis terpal yang memiliki tingkat kerpatan bagus dan tidak tembus air.

Ciri terpal yang baik dengan tingkat kerapatan bagus adalah permukaan yang licin dan terpal tidak berbekas saat digaruk atau sering disebut terpal semi karet. Ukuran terpal yang digunakan sesuai dengan lebar kolam.

Biasanya peternal lele modern menggunakan kolam berdiameter 3 meter. Harga tepal juga cukup terjangkau, dengan anggaran 2 juta sudah sudah mendapatkan kolam terpal berkualitas. terpal jenis ini bisa bertahan digunakan sekitar 5-6 tahun.

Keunggulan kolam terpal :

  • Biaya pembuatan kolam terpal lebih murah dabandingkan dengan jenis kolam lainnya, seperti kolam semen/beton.
  • Cocok diterapkan pada lahan yang terbatas dan tempatnya fleksibel.
  • Dapat mencegah serangan hama dan pemangsa liar
  • Mempunyai ketahanan tubuh yang baik dan tidak mudah terserang penyakit
  • Keadaan air tidak keruh serta mempermudah proses panen lele dan pergantian air
  • Lebih mudah melakukan penyortiran pada ikan
  • Kualitas ikan lele lebih baik, karena lele yang dihasilkan bersih tidak berbau lumpur
  • Kolam terpal langsung dapat digunakan setelah selesai dipasang, berbeda dengan jenis kolam lain yang harus dibersihkan dan dikompos
  • Tingkat kelangsungan hidup ikan lele lebih tinggi
2. Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan jenis kolam ikan yang paling pertama banyak digunakan para petrnak ikan. Banyak usaha ikan lele yang masih menggunakan jenis kolam ini.

Kolam tanah juga sering disebut dengan istilah Blumbang, Empang, atau Balong. Jenis kolam ini merupakan kolam dengan lebih dari 90% bahan mediakolam ditutupi oleh jtanah disetiap dindingnya.

Keunggulan jenis kolam tanah :

  • Pemeliharaan dengan bahan alami yaitu lahan tanah
  • Biaya pembudidayaan ikan dapat ditekan
  • Baik untuk pakan ikan lele, karena kaya kan mikroorganisme seperti cacing dan lainnya.
  • Tidak perlu sering melakukan pergantian air sehingga menghemat air, bahkan sammpai usim panen air tidak harus diganti.

Kekurangan jenis kolam tanah :

  • Memerlukan lahan tanah yang cukup luas dalam budidaya ikan lele.
  • Rentan terhadap hama liar dan penyakit yang tidak baik  untuk kesehatan ikan.
  • Karena kondisi cuaca tidak menentu, maka sulit mengintrol suhu kolam
  • Air kolam menjadi keruh akan kesulitan melakukan penyortiran sehingga membahayakan untuk kelangsungan hidup ikan lele yang masih kecil.
  • Kualitas ikan lele dengan kolam tanah akan turun seprti ikan lele berbau tanah dan kotor. Meyebabkan harga jual di pasaran turun.
  • Pengelolaan kolam ini seperti perawatan dan pembersihan lebih membutuhkan tenaga dan waktu lebih lama.
3. Kolam Semen/Beton

Metode kolam semen hampir mirip dengan kolam tanah. Perbadaan adalah bagian dasar dan dinding kolam menggunakan kontruksi semen, sehingga tidak mudah bocor dan rusak.

Keunggulan kolam semen :

  • Karena struktur bangunan terbuat dari semen maka lebih kokoh memperlama waktu penggunaan dibandingkan dengan kolam terpal. Kolam semen mampu bertahan hingga 5-10 tahun.
  • Dapat mengontrol suhu kolam sehingga ikan lele tidak mudah stress dan terserang penyakit.
  • Perawatan dan pengontrolan kolam lebih terjaga.
  • Menghemat biaya perbaikan kolam karena jarang rusah dan dapat bertahan lama.

Kekurangan jenis kolam semen :

  • Pembuatan kontruksi kolam dan bahan relatif membutuhkan biaya yang besar.
  • Sulit memperbaiki kolam semen ketika mengalami kerusakan.
  • Tidak langsung dapat digunakan ketika kolam selesai di bangun karena perlu distrerilkan dahulu dari bau semen yang muncul. Karena jika tidak akan menggangu ikan dan rentan stress.
  • Dinding semen mudah ditumbuhi semen

Itulah beberapa jenis kolam yang bisa anda terapkan dalam usaha ternak lele.

2. Benih yang Berkualitas

Kualitas dari benih ikan lele akan menentukan keberhasilan dalam usaha ternak lele. Dengan menggunakan benih yang berkualitas dan ungul tingkat kesuksesan budidaya ikan lele semakin tinggi, sebaliknya menggunakan benih yang kualitas rendah akan mengakibatkan kegagalan dan kerugian.

usaha ternak lele

Benih ikan lele dapat diperoleh dengan pembenihan sendiri atau membeli. Jenis ikan lele unggul yang populer dibudidayakan di Indonesia antara lain lele dombo, lele sangkuriang, dan lele pyton. Banyak juga peternak lele yang membudidayakan lele lokal.

Benih ikan lele yang akan dibudidayakan sebaiknya berasal dari indukan jenis unggul dan benar-benar sehat. Penggunaan benih yang unggul dan sehat akan meningkatkan keberhasilan usaha ternak lele dan meminimalisir kegagalan serta kerugian.

1. Ciri-ciri benih ikan lele yang sehat
  • Gerakannya lincah dan aktif
  • Fisik atau tubuhnya tidak terdapat luka atau cacat
  • Berasal dari indukan yang sehat dan unggul
  • Tidak berpenyakit
  • Gerakan renangnya baik dan normal
  • Lakukan pengujian gerakan renang dengan menempatkan benih ikan pada arus air. Jika benih ikan mampu berenang melawan arus air dan bertahan berarti benih tersebut baik dan sehat.
  • Membeli benih dari peternak atau penangkar benih ikan yang terpercaya.
  • Benih yang kita beli harus berasal dari indukan lele unggul dan sehat.
  • Gunakan benih ikan lele yang memiliki panjang tubuh 5-7 cm.
  • Pastikan benih lele semua memiliki ukuran yang sama agar pertumbuhan serta perkembangannya serempak.
  • Bualah pengujian gerakan benih lele dengan menempatkan pada arus air. Benih yang baik dan sehat mampu berenang melawan arus.
2. Tips membeli dan memilih benih ikan lele
  • Membeli benih dari peternak atau penangkar benih ikan yang terpercaya.
  • Pilihlah benih lele dari indukan unggul dan yang sehat.
  • Pilihlah benih yang panjang tubuhnya sudah berukuran 5 – 7 cm
  • Usahakan seluruh benih memiliki ukuran sama supaya pertumbuhan dan perkembangannya serempak
3. Waktu Penebaran Benih Ikan Lele

Setelah kolam lele bewarna kehijauan atau satu minggu benih ikan lele siap di tebar. Penambahan air kolam dilakukan secara bertahap sampai ketinggian ideal sesuai pertumbuhan ikan lele. Ketinggian kolam lele yang ideal adalah 90-120 cm.

Jika kolam lele dipupuk dengan pupuk kimia maka waktu penebaran benih memakan waktu lebih lama, sekitar 4-5 minggu setelah pemupukan. Hal ini berjutuan agar benih ikan tidak mati keracunan pupuk kimia.

Sebelum benih ditabur, air kolam harus dicek pH nya manggunakan alat pengukur pH air. pH air kolam yang cocok untuk ikan lele berada pada pH netral atau 7.

Hal ini dilakukan supaya benih lele tidak keracunan pupuk dan mati. Sebelum memasukkan benih ke kolam sebaiknya pH air kolam dicek terlebih dahulu menggunakan alat pengukur pH air. Ukuran pH air yang ideal untuk kolam adalah berada pada level 7 atau netral.

Berikut adalah proses penebaran benih ikan lele yang benar.

  • Benih lele yang diperoleh dari peternak lain tidak boleh dimasukkan langsung ke kolam. Dilakukan penyesuain suhu dahulu.
  • Masukkan ikan bersama wadah benih (biasanya plastik) ke dalam kolam selama kurang lebih 30 menit. Ini dilakukan untuk menyesuaikan suhu.
  • Setelah kurang lebih 30 menit buka wadah supaya semua benih dapat keluar sendiri.
  • Jika benih berasal dari pembenihan sendiri tidak perlu dilakukan penyesuain suhu.

3. Proses Pemijahan/Kawin

Metode pemijahan bisa dilakukan dengan 2 metode yaitu pemijahan ikan lele secara alami/kovesional dan pemijahan ikan lele secara buatan (semi sensitif). Dahulu usaha ternak lele banyak melakukan pemijahan secara alami dan metode ini cukup berhasil.

Namu sekarang dengan teknologi medern canggih pemijahan ikan lele dapan dialkukan secara buatan. Hasilnya cara ini berhasil diterapakn dalam dunia perikanan. Dan berikut adalah bebrapa metode pemijahan ikan lele yang sering digunakan oleh peternak Indonesia.

1. Teknik Pemijahan Ikan lele Secara Alami

Berkembangbiak adalah salah satu ciri dari makluk hidup termasuk ikan lele. Meraka mempunyai naluri untuk berkembangbiak secara mandiri tanpa bantuan manusia.

Lele indukan dan pejantan akan melakukan pemijahan sendiri jika sudah waktunya, serta tempat yang memadai dan nyaman untuk melakukan pemijahan.

Tugas manusia adalah hanya menyediakan tempat dan sarana yang bagus, supaya lele nyaman melakukan pemijahan. Ketika ikan lele jantan dan betina sudah siap melakukan pemijahan dan cukup umur maka pasangan lele dipindah di kolam khusus.

Di kolam khusus pemijahan ini naluri binatang berkembangbiak dimulai, antara indukan yang keduanya memasuki gonad akan melakukan pemijahan secara alami.

Metode ini masih menjadi pilihan populer para peternak ikan lele, sebab cara ini bercampurnya bahan kimia mulai dari perangsang dan penetasan telur akan normal, serta menjadikan benih unggul.

2. Teknik Pemijahan Ikan Lele Buatan

Berkembangnya teknologi dalam segala bidang termasuk bidang perikanan, berdampak juga pada cara budidaya perikanan. Ada yang berubah dan berkembang dalam usaha perikanan, salah satunya metode pemijahan ikan.

Dengan memanfaatkan teknologi, pemijahan ikan lele yang dulu alami sekarang bisa dibuat secara buatan. Pemijahan buatan dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon kepada induk betina lele supaya masuk masa gonad (kematangan) yang bertujuan menstimulus induk untuk bertelur.

Kelebihan pemijahan ini ada pada jumlah benih yang dihasilkan lebih maaksimal. Semakin banyak hormon yang dimasukkan pada induk lele akan semakin banyak jumlah telur yang dihasilkan.

Jenis pemijahan yang pupuler di masyarakat indoonesia adalah dengan memberi hormon pada induk betina dan jantan dengan cara menyuntikkan zat ovaprim di punggung kanan dan kiri. Zat ovaprim merupakan zat yang banyak digunakan, sebab zat ini tidak membahayakan kelangsungan hidup ikan yang dipijahkan.

Setelah melalui masa penyuntikan, kedua indukan akan dimasukka pada kolam yang sama, dengan kondisi air yang jernih dan mengalir. Kemudian lele akan melalkukan pemijahan secara alami. Pembuahan dilakukan sama seperti cara alami yaitu dilakukan diluar tubuh.

Selain cara tersebut pemijahan buatan bisa dilakukan dengan menyuntikkan hipofisa, namun cara ini tidak semudah seprti pemijahan secara buatan dengan menyuntikkan horman untuk mematangkan indukan.

Karena pemijahan dengan menyuntikkan hipofisa memerlukan obyek ikan lain untuk diambil kelenjar hipofisanya. Namun dengan syarat obyek yang akan diambil hipofisanya harus memiliki bobot, ukuran, dan umur yang sama.

Cara pemijahan ini bertujuan sama seprti suntik hormon, yaitu agar merangsang sel telur induk lele tumbuh lebih cepat dan siap intuk pemijahan. Perlu diingat bahwa penyuntikan harus dilakukan secara berhati-hati dan teliti, dosis yang akan disuntikkan juga harus disesuaikan dengan induk lele yang akan disuntik.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam masa pemeliharaan usaha ternak lele harus dilakukan dengan serius dan tepat. Karena akan berpengaruh pada pertumbuhan ikan lele, dengan pemeliharaan yang baik ikan lele akan tumbuh sehat tepat waktu dalam proses panen.

Berikut beberapal hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemeliharaan ikan lele :

1. Pengelolaan Air

Jangan pernah menganti air kolam sebelum masa panen supaya ketenangan air kolam terjaga dalam masa pertumbuhan ikan lele. Boleh dilakukan pergantian air jika kondisi air kolam sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali ikan.

Ketika menguras kolam jangan menggunakan cara sirkulasi, karena dapat mengurangi keasaman kolam. Dalam melakukan penambahan aoir kolam lakukan secara bertahap dan benih ikan lele sudah diberi pakan terlebih dahulu.

2. Pemberian Makan

lele

Untuk pakan ternak lele bisa berupa pellet, keong, plankton, cacing, atau sentrat yang kandungannya sangat dibutuhkan ikan lele. Ikan lele diberi pakan 3 kali dalam sehari, sekitar jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam.

Dapat diberikan pakan tambahan jika ada ikan lele yang lincah mendongakkan kepala. Jangan pernah memberikan pakan pada waktu hujan, sebab bisa mencemarkan zat asam pada pakan nantinya.

3. Pencegahan Hama

Hama ikan lele bisa bermacam-macam, seperti hawa hewan liar serta hama penyakit. Pasanglah penghalang agak tinggi agar hewan liat tidak bisa masuk ke kolam. Berikan juga obat khusus agar daya tahan ikan lele lebih baik dan terhindar dari penyakit.

Ya itulah beberapa tips dan hal yang perlu diperhatikan saat menjalani usaha ternak lele. Semoga informasi ini bermanfaat dan usaha ternak lele anda bisa berjalan dengan lancar.