Rhamzi Hakim June 8, 2026 0

Makanan berminyak memang menggugah selera, tapi konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan. Kabar baiknya, ada berbagai cara mengurangi minyak pada makanan tanpa harus mengorbankan rasa. Dengan teknik yang tepat, makanan tetap nikmat sekaligus lebih ramah untuk tubuh.

Teknik Efektif Mengurangi Minyak pada Makanan

Mengurangi kandungan minyak bukan berarti harus mengubah total cara memasak atau beralih ke menu yang membosankan. Cukup dengan beberapa penyesuaian kecil pada proses memasak dan penyajian, hasilnya sudah bisa terasa cukup signifikan. Banyak orang mengira makanan rendah minyak pasti terasa hambar atau kurang memuaskan, padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Dengan pemahaman yang tepat, makanan tetap bisa lezat sekaligus lebih baik untuk kesehatan jangka panjang. Berikut beberapa cara yang bisa langsung diterapkan dalam keseharian.

1. Gunakan Metode Memasak yang Tepat

Pilihan metode memasak sangat menentukan seberapa banyak minyak yang terserap ke dalam makanan. Mengukus, memanggang, atau menggunakan air fryer adalah alternatif yang jauh lebih sehat dibanding menggoreng dengan minyak banyak.

Jika memang harus menggoreng, coba gunakan teknik shallow frying atau tumis dengan sedikit minyak. Hasilnya tak kalah lezat, tapi kandungan lemaknya jauh lebih rendah. Pastikan suhu minyak sudah cukup panas sebelum memasukkan bahan makanan agar penyerapan minyak lebih minimal. Selain itu, melapisi permukaan wajan dengan minyak semprotan juga menjadi solusi praktis. Cara ini memungkinkan seluruh permukaan wajan terlumuri minyak secara merata tanpa harus menuang terlalu banyak.

2. Tiriskan Makanan dengan Benar Setelah Digoreng

Setelah proses penggorengan selesai, jangan langsung sajikan makanan ke piring. Tiriskan dulu menggunakan rak kawat atau kertas penyerap minyak agar kelebihan minyak bisa terbuang dengan sendirinya. Kertas tisu dapur cukup efektif menyerap minyak berlebih dari permukaan makanan. Letakkan gorengan di atas beberapa lembar tisu setelah diangkat dari penggorengan, dan biarkan selama satu hingga dua menit sebelum disajikan.

Untuk kebutuhan yang lebih serius, terutama di skala rumah tangga maupun usaha kuliner, penggunaan alat peniris minyak bisa jadi investasi yang sangat berguna. Produk seperti mesin spinner minyak dan air dari Rumah Mesin bekerja dengan memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan minyak dari makanan secara menyeluruh dan efisien, sehingga hasil tirisannya jauh lebih optimal dibanding cara manual.

3. Pilih Bahan Makanan dan Tepung yang Tepat

Jenis bahan pelapis juga memengaruhi seberapa banyak minyak yang terserap saat penggorengan. Tepung dengan tekstur kasar cenderung menyerap lebih banyak minyak dibanding adonan yang lebih halus dan tipis. Menggunakan tepung beras atau tepung tapioka sebagai campuran bisa menghasilkan lapisan yang lebih renyah dengan serapan minyak yang lebih sedikit. Beberapa orang juga menambahkan soda kue ke dalam adonan untuk menciptakan tekstur ringan tanpa memperbanyak minyak yang terserap.

Selain itu, perhatikan kondisi bahan makanan sebelum digoreng. Pastikan bahan dalam kondisi kering, bukan basah atau lembap. Kadar air yang tinggi pada bahan makanan justru memicu percikan minyak dan membuat permukaan makanan menyerap lebih banyak lemak selama proses memasak.

Kesimpulan

Cara mengurangi minyak pada makanan sebenarnya tidak rumit jika dilakukan dengan konsisten. Mulai dari memilih metode memasak yang tepat, meniriskan makanan dengan benar, hingga memperhatikan jenis bahan pelapis yang digunakan semuanya berkontribusi pada hasil masakan yang lebih sehat. Dengan kebiasaan kecil yang diterapkan secara rutin, pola makan pun bisa berubah menjadi lebih baik tanpa harus meninggalkan cita rasa yang disukai.

Category: 

Leave a Comment